Google+ Facebook Twitter

Mendekati dua dekade, Troy Davis akhirnya dieksekusi mati.

WASHINGTON - Troy Davis, warga Amerika Serikat (AS) yang dituduh melakukan pembunuhan terhadap seorang anggota kepolisian, akhirnya di eksekusi mati. Sebelumnya, eksekusi ini tertunda selama empat kali.

Pihak Dewan Pengampunan dan Pemberian Jaminan Hukuman Negara Bagian Georgia, menolak permintaan pengampunan hukuman dari pria kulit hitam tersebut. Davis sendiri dianggap bersalah atas penembakan anggota polisi berkulit putih Mark MacPhail pada 1989 lalu.

Tetapi meski dianggap bersalah, selama penyelidikan berlangsung tidak ada bukti fisik yang menunjukan bahwa dirinya terlibat dengan penembakan tersebut.

Kampanye untuk memberikan pengampunan kepada Davies pun melibatkan banyak tokoh terkenal. Mulai dari mantan Presiden Jimmy Carter hingga Paus Benediktus XVI juga meminta pengampunan diberikan kepada Davis.

"Perjuangan meraih keadilan tidak berhasil untuk saya," ucap Davis dalam surat yang tulis kepada pendukungnya seperti dikutip Associated Press, Kamis (22/9/2011).

Pada akhirnya, setelah berjuang untuk mendapatkan pengampunan dan setelah empat kali eksekusinya tertunda akibat banding yang ia ajukan, Davis pun menjalani hukuman mati pada Rabu 21 September. Ia meninggal usai disuntik mati pada pukul 19.00 malam waktu setempat.

"Saya terus berdoa dan berdamai. Tetapi saya tidak akan berhenti berjuang hingga Tuhan mencabut nyawa saya," tegas Davis beberapa saat sebelum dieksekusi.

1989 lalu Mark MacPhail tewas akibat luka tembak jarak dekat pada bagian jantung dan kepalanya. Troy Davis dianggap bersalah dalam insiden tersebut, meskipun tidak ada bukti kuat mengenai keterlibatannya. Sementara saksi-saksi pun sudah menarik pernyataan atas kesaksian mereka atas insiden ini.

Keluarga korban selama ini tetap bersikeras bahwa Davis adalah pelaku penembakan. Sementara hingga eksekusi, Davis tetap menyatakan dirinya tidak bersalah.

Troy Davis.

Kata-kata terakhir Davis,

"I'd like to address the MacPhail family. Let you know, despite the situation you are in, I'm not the one who personally killed your son, your father, your brother. I am innocent. The incident that happened that night is not my fault. I did not have a gun. All I can ask ... is that you look deeper into this case so that you really can finally see the truth. I ask my family and friends to continue to fight this fight. For those about to take my life, God have mercy on your souls. And may God bless your souls."

 Source.
Arigato to you who has reading my blog~!

You might also interested to these:



0 komentar:

Post a Comment

- SARA, kata-kata kasar dan vulgar akan dihapus. NO EXCEPTION.
- Berkomentarlah dengan baik dan benar dan jangan spam.
- Kalo sobat mau tukeran link, bisa memberitahu lewat ShoutBox :)
- Please do respect.